Wakil Rektor III UIN Bandung Buka Training Legislatif se-Jawa Barat 2021

  • Whatsapp

Sorotbandung.com

Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Ah Fathonih MAg membuka acara Training Legislatif se-Jawa Barat 2021 yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) di Karang Setra Hotel Bandung sejak Rabu-Kamis (1-2/12/2021).

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung (Dr. H. Edwin Sanjaya,S.E.,MM), DPRD Jawa Barat (R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira S.T), Tenaga ahli DPR RI; (Chepy Aprianto,S.Pd.I.,S.Sos), Anggota DPRD Jawa Barat (Edi Rusyandi,S.Pd.), Pakar hukum tata negara, (Dr.H.Tatang Astarudin,S.Ag.,M.H.,M.Si dan Dr. H. Utang Rosidin., S.H.,M.H), Wakil DPRD Jawa Barat (H. Oleh Sholeh,S.H) dan Ketua SEMA-U UIN SGD Bandung (Ragen Regyta) menjadi narasumber training ini yang bertajuk Akumulasi Pengetahuan Demi Terwujudnya Legislator Muda yang Berkarakter.

Prof Fathonih menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai peran dan fungsi lembaga legislatif kampus, memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang sistematika dalam melakukan kegiatan persidangan, memberikan gambaran tentang peran dan sistem kerja Lembaga Legislatif di pemerintahan, serta meningkatkan kapabilitas mahasiswa dalam bidang legislatif demi terwujudnya legislator muda yang berkarakter sesuai dengan tema yang diangkat pada training legislatif se-Jabar.

“Ini amat penting di laksanakan dan di pahami. Mengingat mahasiswa adalah kelompok elit karena tidak semua orang bisa jadi mahasiswa. Apalagi salah satu tugas dari kelompok elit ini adalah moral force,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan ini tidak terlepas dari tri dharma perguruan tinggi. “Mahasiswa memiliki peran dan potensi yang strategis dalam melakukan gerakan moral. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan  yang baik melalui training legislatif ini, sehingga diharapkan dapat melahirkan karakter kebangsaan yang religius. Mudah-mudahan kita bisa mengikutinya sampai akhir acara ini agar bisa jadi legislator yang baik dengan memiliki berbagai perspektif mulai dari politik, hukum, budaya, ekonomi sampai agama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *