oleh

Sidang Lanjutan OTT RSKB Kota Cimahi

Bandung – sorotbandung.com

Sidang lanjutan kasus operasi tangkap tangan (OTT) dr. Hutama Yonathan dari Rumah Sakit Kasih Bunda (RSKB) Kota Cimahi digelar kembali oleh Ketua Majelis Hakim I Dewa Gede, SH. di Ruang Sidang II Wirjono Prodjodikoro Pengadilan Negeri Bandung Jl. R.E. Martadinata Kota Bandung (22/2/2021).

Dalan pembacaan eksepsi dakwaan oleh penasehat hukum terdakwa dr. Hutama Jonathan dari Kantor Pengacara JW Partners Jakarta menyatakan keberatan atas dakwaan yang disampaikanJPU KPK dengan menyampaikan beberapa poin-poin keberatannya.

Dibacakan secara detail oleh Ronny Pandiangan, SH.,MH. bahwa dakwaan terhadap terdakwa Pasal 5 ayat 1 huruf H UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor, yang telah dirubah menjadi No.20 tahun 2021 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP, adalah tindak perdata bukan tindak pidana seperti yang didakwakan oleh JPU KPK.

Disimpulkannya, bahwa surat dakwaan yang disampaikan JPU KPK tidak dapat diterima karena perbuatan hukum yang dilakukan oleh terdakwa adalah perbuatan perdata bukan perbuatan pidana, bahwa uang kordinasi yang diberikan adalah hak PT. Ridho Perkasa sesuai dengan perjanjian kerja-sama yang telah disepakati bersama antara ke dua belah pihak.

Dalam permohonannya melalui eksepsi ini, pihak pengacara memohon kepada Majelis Hakim untuk membatalkan dakwaan JPU KPK ini.

Turut hadir juga di persidangan tersebut, Ketua Umum Pusat LSM Penjara Andi Halim Silaban mengatakan hasil pembacaan eksepsi ini menjabarkan alur cerita perkara secara detail.

“Kami akan kawal terus dan tetap memantau jalannya persidangan selanjutnya dan juga jalannya persidangan Wali Kota Cimahi,” pungkasnya.(purba)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed